Kucingku, Tomo..

Waktu pertama kali Q ketemu dia, ukuran tubuhnya sangat mungil dan selalu membuntuti kemana ibunya pergi.
Tahun demi tahun dia beranjak dewasa, Q pun mulai mengenal sifatnya yg manja, dan selalu ingin diperhatikan. Q selalu ingat ketika dia bermain denganku di halaman depan, di sofa. Dia selalu menerkam kakiku, terkadang Q geli dan kaget dibuatnya. Dia juga pernah tidur denganku, meskipun itu kadang2. Namun beberapa hari kebelakang, dia terlihat lesu dan tidak mau makan. Q sangat khawatir akan terjadi apa2 dengannya. Kekhawatiran ku ternyata terbukti. Dia ternyata sakit parah. Nafasnya tidak karuan, matanya berair dan dr hidungny keluar cairan. Q sangat sedih melihat hal itu. Ternyata, jam 13.45 kemarin (30 des. 2009) dia pergi untuk selamanya. Sampai sekarang Q tidak percaya. Karena tak ada lg yg membuatku tertawa, tak ada lg yg bermain denganku, dan tak ada lagi sesosok hewan putih mungil yg du2k di sofa depan. Seharian kemarin Q menangis..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s